Kreativitas dan Tradisi Bersatu dalam Lomba Tumpeng HUT SMA Negeri 1 Wadaslintang

WADASLINTANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) SMA Negeri 1 Wadaslintang, suasana sekolah tampak berbeda dan penuh warna pada Selasa, 20 Oktober 2026. Berbagai kreasi tumpeng yang indah dan menggugah selera memadati area perlombaan sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi sekolah tahun ini.
Lomba tumpeng ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kelas, mulai dari kelas X, XI, hingga XII. Setiap kelas unjuk gigi menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam menghias, menata, dan menyajikan nasi tumpeng dengan berbagai tema yang kreatif dan filosofis.

Menjaga Tradisi Melalui Kreativitas Siswa

Kepala SMA Negeri 1 Wadaslintang menyampaikan bahwa lomba tumpeng ini bukan sekadar ajang kompetisi masakan biasa. Kegiatan ini memiliki makna mendalam sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan dan prestasi yang telah diraih sekolah hingga saat ini. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan kuliner tradisional Indonesia di kalangan generasi muda.

“Melalui lomba ini, kita ingin menumbuhkan rasa kebersamaan, gotong royong, dan kerja keras di antara siswa. Tumpeng sendiri memiliki filosofi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang sangat tepat dengan momentum HUT sekolah kita,” ujarnya.

Aspek Penilaian yang Ketat

Para juri yang terdiri dari perwakilan guru dan staf sekolah melakukan penilaian secara objektif. Ada beberapa kriteria utama yang menjadi acuan penilaian, antara lain:

  • Rasa dan Kualitas Masakan: Kelezatan nasi tumpeng beserta lauk-pauk pendampingnya.
  • Kreativitas dan Estetika: Keindahan dekorasi, keserasian warna, dan keunikan bentuk visual tumpeng.
  • Kebersihan dan Sanitasi: Kebersihan area kerja selama proses penyusunan dan penyajian.
  • Kesesuaian Tema: Keselarasan konsep tumpeng dengan tema besar HUT sekolah.

Para siswa terlihat sangat antusias sejak pagi hari. Mereka bekerja sama memotong sayuran, menata lauk-pauk seperti ayam goreng, perkedel, urap, dan telur, hingga membentuk nasi kuning menjadi kerucut yang sempurna.

Acara ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng secara simbolis, yang kemudian dinikmati bersama oleh seluruh warga kelas masing-masing. Kemeriahan lomba ini diharapkan dapat terus memacu semangat soliditas dan kreativitas seluruh siswa SMA Negeri 1 Wadaslintang untuk menyongsong masa depan yang lebih gemilang.
2026-10-21T02:35:20+00:00